Film yang baik untuk ditonton #1 (spoiler alert!!!)

12.47

Akhir-akhir ini saya sedang gemar2nya nonton film. Bukan film baru yang nongol di bioskop, tp film agak lama yang menurut saya tidak terlalu mainstream. Dan saya menjadikan situs agoodmovietowatch.com sebagai tempat rujukan. Walhasil dalam seminggu ini -di tengah kesibukan memikirkan outline skripsi- ,saya berhasil mengkhatamkan 3 judul film yang menurut saya cukup menarik. Oke, langsung saja tengok filmnya.

1. Short Term 12 (2013)



Film ini berkisah tentang kehidupan di semacam pusat rehabilitasi untuk remaja bermasalah. Grace, salah seorang petugas di pusat rehabilitasi tersebut harus menghadapi tingkah para remaja bermasalah sementara dia juga mesti bergelut dengan masalah kehamilannya (hasil hubungannya dgn rekan kerja sekaligus pacarnya, Mason) dan ayahnya (yang pernah melakukan kekerasan padanya) sebentar lagi akan bebas dari penjara. Di film ini tergambar bagaimana kehidupan anak-anak yang menjadi 'korban' orang tua mereka. Kehilangan sisi kebaikan manusia bahkan kepercayaan mereka terhadap manusia. Bagi saya pribadi film ini mengajarkan bagaimana memanusiakan manusia. Seberapapun brengseknya seseorang, dia tetaplah manusia yang berhak diperlakukan layak.
Dalam sistem sosial saya sering menemui kasus di mana anak yang dinilai nakal oleh orang dewasa, akan dicap sebagai sampah masyarakat dan disingkirkan. Siswa bermasalah akan dikeluarkan dan dianggap wabah (dan akhirnya pindah ke sekolah abal-abal yg isinya anak bermasalah pula. Makin bermasalahlah dia!). Ini ibarat seseorang yang jempolnya sakit tapi alih2 mengobatinya, dia malah mengamputasinya. Mungkin hal ini yang perlu dikaji lebih dalam oleh masyarakat sosial. Bagaimana menjadi manusia yang baik untuk manusia lain. Dan untuk orang tua/ calon orang tua, punya anak itu gampang tapi membesarkannya adalah hal yang berbeda.


2. The Perks of Being a Wallflower (2012)



Charlie, cowok cupu yang berjuang menghadapi kerasnya kehidupan SMA. Sebagai cowok cupu, Charlie hampir tidak punya teman. Sampai akhirnya dia dipertemukan dengan sepasang saudara tiri, Patrick dan Sam. Dimulailah kehidupan baru Charlie yang penuh tawa, tragedi dan dilema. Charlie yang jatuh cinta pada Sam (tapi Sam udah punya cowok). Charlie yang harus berhadapan dgn Patrick yg biasanya kocak dan cool berubah menjadi sangat menyedihkan karena hubunganya dengan cowoknya kandas(yap, Patrick is a gay). Dan juga kejadian masa kecil Charlie yang sangat mencengangkan.
Film ini mengalir dengan natural. Menampilkan kehidupan remaja beserta kebebasan dan konflik yang tidak terasa dibuat-buat. Membuat saya ingin melompat ke masa remaja dan melakukan lagi kesalahan2 bodoh tanpa harus mengkhawatir tentang konsekuensi. Seaneh apapun dirimu, selalu ada tempat yang layak untukmu. Bila kau tidak merasa begitu, mungkin kau hanya belum menemukannya.

Charlie            : Why do nice people choose the wrong people to date?
Mr. Anderson : Well...We accept the love we think we deserve.
Charlie            : Can we make them know that they deserve more?
Mr. Anderson : We can try.

3. Blue Valentine (2010)



Ini adalah film yang paling menarik yang saya tonton minggu ini. Berkisah tentang bagaimana hubungan pasangan suami istri Dean dan Cindy yang perlahan-lahan mati.  Dalam film ini juga ditampilkan secara flashback bagaimana awal kisah cinta yang sangat romantis, bukan romantis yang membosankan. Bagaimana tidak, Dean mau menikahi Cindy yang ternyata hamil, padahal anak tersebut bukan milik Dean melainkan hasil hubungan Cindy dgn pacarnya sebelumnya, Bobby. Pernikahan yang penuh air mata bahagia. Seandainya film ini ditampilkan dengan alur maju, mungkin kita akan mengira bahwa pasangan ini akan bahagia selama-lamanya.
Sangat menyedihkan melihat bagaimana Dean berusaha mati-matian mempertahankan hubungan namun mungkin memang visi mereka telah berbeda. Tak ada yang bisa disalahkan memang jika menyangkut perasaan. 

"Maybe its not the best for US, but its a better way for YOU and ME."

Menonton film ini membuat saya berfikir, apa yang akan saya lakukan bila berada diposisi Dean? Bagaimana seseorang bisa bertahan dalam sebuah hubungan yang telah lapuk? Ketika lawakanmu sudah tidak lagi membuatnya tertawa. Ketika semua yang kau upayakan terasa salah di matanya.
Jika hubungan Dean and Cindy (yang sungguh saling mencintai satu sama lain pada awalnya) dapat berakhir tidak sesuai harapan, lalu bagaimana dengan pasangan yang memulai tanpa rasa cinta (dijodohkan misalnya)? Apakah akan berakhir lebih buruk ataukah malah cinta akan tumbuh pada akhirnya?
Sebetulnya hidup adalah serangkaian permasalahan yang memerlukan manajemen strategi berkelanjutan. Setiap saat kita selalu disodori dengan pilihan-pilihan. Dan masing-masing manusia mempunyai caranya sendiri untuk memilih. Ada yg mempertimbangkan cost-benefitnya, ada pula yang memasrahkan pada perasaan. Terkadang pilihan jatuh pada apa yang membuat bahagia atau setidaknya terasa tidak melukai orang lain. Yang jelas jangan sampai ketakutan menghalangimu untuk menikmati hidup.

Cindy      : How do you trust your feelings when they can just disappear like that?
Grandma : I think the only way you can find out is... to have the feeling.

You Might Also Like

1 komentar

INSTGR!